Investor first, People second!

“Investor first, people second!”

Tonny d’effendi

Nation

l    Ernest Renan (1882) – Perancis : sebuah solidaritas yang bersandar atas kesediaan berkorban dari para anggotanya, baik di masa lampau maupun kesediaan untuk berkorban di kemudian hari. Nasion adalah sebuah kesatuan politik yang terkonsolidasi oleh perjuangan dan penderitaan

 

l    Joseph Stalin (1913) : sebuah komunitas yang ber-evolusi berkembang di mana para anggotanya memiliki kesamaanpengalaman sejarah, bahasa, wilayah penghidupan, kehidupan ekonomi dan latar belakang kultural

 

l    Taylor (1940) :Nasion hanya berada di dalam benak dan jiwa orang yang mengidentifikasikan dirinya dengannya. Ia adalah sebuah ide

 

l    Soekarno (1956) : sesuatu yang nyata dan kongkrit.  Lebih kongkrit dari kehadiran pasukan, lebih kongkrit dari kota-kota, lebih kongkrit dari pertambangan-pertambangan.  Ia lebih kongkrit dari kita karena sudah hadir di zaman ayah kita dan akan terus hadir di zaman anak-anak kita. Ia adalah sebuah ide, sebuah imajinasi, sebuah semangat dan sebuah seni

 

l    Hugh Seton – Waton (1977) : Sebuah nasion bisa dikatakan hadir bilamana terdapat sejumlah orang di sebuah komunitas yang menganggap komunitasnya itu sebagai sebuah nasion atau beranggapan bahwa komunitasnya itu telah membentuk sebuah nasion. Nasion merupakan sebuah komunitas di mana para anggotanya terikat oleh rasa solidaritas, kesamaan kultur dan kesadaran nasional.

 

l    Ben Anderson (1991) : imajinasi dari sebuah komunitas politik, sebuah komunitas di mana terjalin erat persahabatan di antara para anggotanya dan kesediaan untuk berkorban untuknya.

 

l   Nation/Bangsa :

   – nation jauh lebih besar daripada etnisitas

   – negara merupakan wadah hukum untuk bangsa

   – sejarah – ide – budaya – komunitas

 

Analyse!

l    Kasus : Globalisasi à Nasionalisme = Long Distance Nationalism!

Globalisasi dan kemajuan teknologi mengakibatkan kekaburan nasionalisme. Orang menjadi mudah untuk berpindah tempat.

 

       Warga Australia asal Indonesia tetap merasa sebagai bangsa Indonesia

       Orang Yahudi yang tersebar diberbagai negara memiliki loyalitas Jewish nation

Mahatir Mohammad

l    Ancaman dunia adalah ancaman negara besar :

     – ancaman pemaksaan perubahan pemerintahan

     – ancaman ekonomi, sosial dan budaya

     – ancaman euro-centric

 

l    Double standard : “Sementara negara yang lemah dikehendaki mengurangkan kepentingan negara sendiri supaya dunia disatukan bagi mengjayakan konsep globalisasi, negara yang membawakonsep ini memperkukuhkan sempadan mereka dan mengutamakan pertahanan dansekuriti bangsa mereka.

Mahatir : Dunia tanpa batas?

l    Modal masuk YES! Orang masuk, WAIT!

 

Jika kita ingin uji keikhlasan mereka tentang dunia tanpa sempadandimana modal boleh melintas masuk mana-mana negara untuk dilabur, untukmembeli bank-bank, industri dan perniagaan; jika kita ingin uji pendirianmereka yang sebenar tentang dunia tanpa sepadan, cuba berhijrah ke negaramereka,cuba masuk negara mereka walaupun dengan dokumen yang sah.

Nasionalisme Indonesia dalam dilema?

 

l    Ben Anderson : Masalah nasionalisme di Indonesia belum selesai!

    – apakah nasionalisme Indonesia didasarkan atas wangsa atau bangsa?

    – wangsa = sebuah bangunan primordial yakni ikatan menurut keturunan atau ikatan darah yang sama

    – bangsa = kolektivitas individu yang mengikatkan diri menjadi satu dalam identitas bersama yang dikontruksi lewat konsensus

 

l    Francis Fukuyama (The end of history and the last man) à

    Pertarungan melelahkan antara ideologi sosialisme-komunisme melawan neoliberalisme akhirnya dimenangkan oleh neoliberalisme

    – neo liberalisme (menurut Fukuyama) à kehidupan masyarakat dunia yang mengedepankan kebebasan individu, perdagangan bebas (free trade), budaya kosmopolitan, demokrasi, HAM, dan good governance

 

l    Frederic Jameson (Postmodernism or The Logic of Capitalism) à era postmodern dengan dua karakteristik dominan :

     globalitas. Saat ini sulit membedakan antara yang global ataupun yang nasional, sebab kemajuan teknologi informasi, komunikasi, transportasi, serta finansial membuat seluruh pelosok dunia tersambung satu jejaring interdependensi yang melintasi batas negara

     lokalitas. Untuk memahami perubahan yang sedang trend di tingkat global, tidak perlu turun tangan langsung mengamati perkembangan di pusat-pusat trend dunia, melainkan cukup dari dekat melalui apa yang terjadi di tingkat lokal

Bagaimana dengan Indonesia?

I Gede Wahyu Wicaksana :

 

l      Bangsa Indonesia hingga saat ini masih berpandangan konservatif soal nasionalismenya dengan selalu membesar-besarkan masa lalu, sementara mewaspadai globalisasi sebagai suatu hal yang merongrong.

 

l      Sejarah revolusi kemerdekaan Indonesia yang berdarah-darah membentuk semacam kepekaan yang terkadang berlebihan, senantiasa memandang kekuatan asing dalam wujud apa pun berpotensi mencederai kemerdekaan Indonesia. Akibatnya, seperti kata pepatah, ”Gajah di pelupuk mata tak tampak, kuman di seberang lautan terlihat jelas”. Bangsa Indonesia lebih sensitif bila melihat kasus Ambalat, Perang Irak, terorisme global, yang mana isu-isu sebenarnya hanya agenda sekunder apabila dibandingkan dengan agenda nasional seperti korupsi merajalela, pengangguran, kualitas pendidikan yang rendah, serta ketidakadilan sosial.

TUGAS !

l   Jawab pertanyaan ini sesuai dengan opini berdasarkan pengalaman dan referensi yang anda miliki :

 

POTENSI APAKAH YANG DIMILIKI OLEH BANGSA INDONESIA DALAM MEMUPUK NASIONALISME SEKALIGUS DAPAT BERSAING DALAM DUNIA GLOBAL?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s