Is globalization as a son of capitalism?

Is Globalization as the son of Capitalism? Tonny d’effendi

“Satu-satunya perbedaan antara peramal filosofis kepustakaan

Dan nabi-nabi pragmatis industri adalah…

Bahwa manusia seperti Ford dan Sloan mampu

Dan benar-benar mewujudkan sesuatu”

(E.M De Windl, Ketua Eaton Corporation)

Bahaya kekaburan makna Globalisasi

      Peter Mercuse à kekaburan makna globalisasi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ideologi

      BS Mardiatmaja à

     – “Globalisasi utama bukanlah globalisasi ekonomi yang memaksa kita menjadi bagian dari perusahaan besar multinasional”

     -“Globalisasi juga bukan globalisasi teknologi yang menyebabkan kita menjadi sekedar baut dalam mesin global”

     -“Globalisasi bukan globalisasi politis yang menjadikan suatu negara dibawah bayang-bayang pengaruh adikuasa tertentu dan membuat orang mimpi untuk menjadikan negara adi kuasa”

Globalisasi : beberapa definisi

      Martin Albrow, 1990

     “Globalisasi menyangkut seluruh proses dimana penduduk dunia terinkorporasi ke dalam masyarakat dunia yang tunggal, masyarakat global”

 

      Emanuel Richter

     “Jaringan kerja global yang secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar dan terisolasi dalam planet ini ke dalam ketergantungan yang saling menguntungkan dan persatuan ‘dunia’”

 

      Robert Cox, 1994

     “Karakterisik globalisasi adalah kecenderungan menyatunya internasionalisasi produksi, pembagian kerja internasional yang baru, perpindahan penduduk dari Selatan ke Utara, lingkungan kompetisi baru yang mempercepat proses itu dan internasionalisasi negara…membuat negara sebagai agen globalisasi dunia”

 

      Rosabeth Moss Kanter, 1995

     “Dunia menjadi sebuah pusat perbelanjaan global yang dalam gagasan dan produksinya, tersedia disetiap tempat pada saat yang sama”

 

      Roland Robertson, 1992

     “Globalisasi tidak dapat disederhanakan bahwa secara objektif menyangkut budaya dan persoalan subyektif, yakni cakupan dan kedalaman kesadaran bahwa dunia adalah tempat yang tunggal”

 

      Martin Khor, 1995

    “Globalisasi adalah apa yang kami di Dunia Ketiga selama beberapa abad menyebutnya kolonisasi”

Anthony Giddens : Carut marut Globalisasi

      Terdapat dua kelompok pengkaji globalisasi :

    – kaum skeptis à globalisasi adalah omong kosong. Apa pun manfaat, cobaan dan kesengsaraan yang ditimbulkannnya, ekonomi global tidak begitu berbeda dengan yang pernah ada pada periode sebelumnya.

     – kaum radikal à globalisasi tidak hanya sangat riil dimana pasar global jauh lebih berkembang bahkan bila dibandingkan dengan tahun 1960an dan 1970an, serta mengabaikan batas-batas negara

 

       Kesalahan kaum radikal vs kaum skeptis :

     – menganggap globalisasi hanya berkaitan dengan sistem-sistem besar, seperti tatanan keuangan dunia

     – globalisasi bukan sekedar soal apa yang ada “diluar sana”, terpisah, dan jauh dari orang per orang. Ia juga merupakan fenomena “disini”, yang mempengaruhi aspek-aspek pribadi

 

 

       Giddens summary : globalisasi tidak hanya difahami sebagai persoalan ekonomi, tapi menyangkut persoalan politik, sosial dan budaya.

James Petras à terdapat tiga argumen dasar globalisasi yaitu kemajuan teknologi/revolusi informasi, permintaan pasar dunia, logika kapitalisme (logic of capitalism)

 

       KEMAJUAN TEKNOLOGI/REVOLUSI INFORMASI

     Kelebihan :

     – teknologi komputer menfasilitasi cepatnya arus informasi

     – meningkatkan arus transfer uang dan perpindahan modal

     – menyediakan jaringan komunikasi dan relokasi penanaman modal yang aman

     Kelemahan :

     – teknologi tidak menentukan lokasi dan kebijakan investasi

     – teknologi hanya menfasilitasi dan memberikan bahan masukan kepada keputusan sosial politik institusi ekonomi, atau kelompok dibawah kontrol negara

     – politik dan ekonomi yang mengontrol teknologi

 

       Karl Marx dan Frederich Engels, dalam Manifesto Komunis àBorjuasi tidak dapat hidup tanpa senantiasa merevolusionerkan alat-alat produksi dan karenanya merevolusionerkan hubungan-hubungan produksi, dan dengan itu semua merevolusionerkan segenap hubungan dalam masyarakat”

 

       TEORI PERMINTAAN PASAR DUNIA

     argumentasi : globalisasi adalah produk dari permintaan pasar dunia

     kritik :

     – kompetisi antar produsen dalam memenuhi pasar global bukan berdasar permintaan pasar, tapi akibat dari keputusan “organisasi” yang dikuasai oleh perusahaan multinasional

     – permintaan bukan dari pasar melainkan dari rupat perusahaan multinasional dan kementrian yang terkait dengan perdagangan

     – pasar yang lemah vs kelompok kecil (ex.corporate executive) dan institusi ekonomi (ex.IMF)

 

 

       LOGIKA KAPITALISME

     argumen : meluasnya kekuatan ekonomi karena adanya modal bergerak yang dapat melintas batas negara

     kritik :

     – teori ini mengaburkan peran begitu banyak aktor (pemilik modal yang berbeda, jutaan buruh dll), aktor multipel (modal yang berbeda, peranan buruh dll), dan banyak negara yang mencoba mengintervensi dan mempertajam gerak modal

     – teori ini tidak mampu menjelaskan periode involusi modal atau krisis yang menyebabkan modal lari keluar negeri atau kembali kepasar lokal

     – teori ini gagal menjelaskan perbedaan tingkat modal yang masuk ke perekonomian dunia pada waktu yang berbeda (ketimpangan investasi Utara-Selatan)

Tahap Perkembangan Globalisasi

      Pendapat I : Globalisasi adalah realitas ekonomi yang sama sekali baru

     argumen : globalisasi adalah hasil perkembangan TI pasca Perang Dunia II

      Pendapat II : A. Sony Keraf à globalisasi sudah didasari sejak zaman Yunani kuno oleh Socrates dan Plato.

     argumen : masa Babylon dan Romawi Kuno, telah dikenal bentuk pinjam-meminjam dan perdagangan uang. Pengiriman barang antara Arab dan Cina melalui Asia Selatan dan Asia Tenggara telah berlangsung ribuan tahun yang lalu.

Tahap Globalisasi James Petras

      FASE I

     – dimulai Abad 15 seiring pertumbuhan kapitalisme dan ekspansi mereka ke luar negeri

     – penguasaan dan penghisapan atas Asia, Afrika dan Amerika Latin, serta pendudukan bangsa kulit putih atas Australia dan Amerika Utara

     – globalisasi tahap awal berkaitan dengan imperialisme, dimana pilar utamanya dibangun di atas akumulasi modal kaum kapitalis Eropa yang dicapai dengan menghisap DUnia Ketiga

 

      FASE II

     – globalisasi dibangun pada era inter imperial trade (perdagangan antar kaum imperialis)

     – globalisasi melibatkan kompetisi dan kolaborasi : perjuangan antara perusahaan multinasional disuatu negara untuk merebut pasar sekaligus berkolaborasi antar mereka untuk mengeksploitasi pasar tersebut

     – motif mencari keuntungan lebih dominan dibandingkan Fase I

     – Karl Polanyi à “gagasan untuk menjadikan motif mencari untung yang bersifat universal, tidak pernah masuk dalam benak nenek moyang kita”

 

      FASE III

     – globalisasi masuk dalam fase international trade (perdagangan internasional)

     – globalisasi telah menjadi arena konflik kelas dan konflik perdagangan

     – agen utama globalisasi adalah MNC yang menggantikan peran perusahaan dagang dimasa sebelumnya dalam mengeksploitasi dan menghisap sumber daya alam dan tenaga kerja murah di Dunia Ketiga

 

KESIMPULAN : globalisasi bukan fenomena ekonomi baru, bukan hasil penemuan teknologi komunikasi modern, tapi hasil proses evolusi dalam sistem kapitalisme

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s