Pembangunan dan Globalisasi

PEMBANGUNAN DAN GLOBALISASI

Tonny d’effendi

Krisis Pembangunan

n      Merupakan bagian dari krisis sejarah dominasi dan eksploitasi manusia atas manusia lain

n      Contoh pembangunan di Asia Timur telah mengalami kegagalan pada tahun 1997

n      Sejarah dominasi terbagi dalam tiga fase

 

Kolonialisme

n      Yaitu perkembangan kapitalisme Eropa yang mengharuskan ekspansi secara fisik untuk perolehan bahan baku mentah

n      Proses dominasi manusia juga diiringi oleh teori perubahan sosial yang menyisakan penjajahan ratusan tahun di Asia dan Afrika

Neo-Kolonialisme

n       Modus dominasi tidak lagi fisik, tapi penjajahan teori dan ideologi

n       Dikenal dengan era pembangunan atau developmentalisme

n       Negara Dunia Ketiga secara fisik telah memperoleh kemerdekaan namun kontrol terhadap teori dan perubahan sosial tetap pada negara penjajah

n       Terjadi tidak secara fisik tapi hegemoni yaitu dominasi cara pandang dan ideologi melalui produksi pengetahuan

Globalisasi

n       Ditandai dengan liberalisasi segala bidang yang dipaksakan melalui structural adjustment program oleh lembaga finansial global

n       Adalah proses pengintegrasian ekonomi nasional kepada sistem ekonomi dunia berdasarkan keyakinan  pada perdagangan bebas yang telah dicanangkan pada masa kolonialisme

Globalisasi Perusahaan Transnasional (TNCs)

n       TNCs yang paling diuntungkan dalam proses globalisasi

n       7000 TNCs pada tahun 1970an, menjadi 37.000 pada tahun 1990an

n       TNCs menguasai 67% perdagangan dunia dan 34,1% total perdagangan global

n       TNCs menguasai 75% total investasi global dan ada 100TNCs menguasai dan mengkontrol 75% perdagangan dunia

Tiga Aktor Utama Globalisasi

n      TNCs

n      WTO

n      Lembaga keuangan global, IMF dan Bank DUnia

Kekuatan 3 aktor Globalisasi

n       Menetapkan aturan seputar investasi, kebijakan internasional dan intelectual property right

n       Mendesak dan mempengaruhi negara-negara untuk melakukan penyesuaian kebijakan domestik untuk memperlancar pengintegrasian ekonomi nasional kedalam ekonomi global

Neo-Liberalisme

n      Secara prinsip tidak berbeda dengan liberalisme klasik hanya dibedakan waktu, konteks pemunculannya, skala dan strategi

n      Kepercayaan pertumbuhan ekonomi dicapai sebagai hasil normal dari kompetisi bebas

Ciri Neo-liberalisme

n       Kebijakan pasar bebas yang mendorong perusahaan swasta dan pilihan konsumen

n       Penghargaan atas tanggungjawab personal dan inisiatif kewiraswastaan

n       Menyingkirkan birokrasi “parasit”

n       Chomsky, 1999 à  aturan dasar neo-liberalisme “liberalisasikan perdagangan dan finansial, biarkan pasar menentukan harga, akhiri inflasi, kebijakan pemerintah harus menyingkir dari penghalang jalan (privatisasi dll)”

Pokok-pokok pendirian
neo-liberalisme

n        Bebaskan perusahaan swasta dari campur tangan pemerintah (perburuhan, investasi, harga serta pengaturan sendiri dengan menyediakan kawasan khusus seperti Otorita Batam, SIJORI, NAFTA dll)

n        Hentikan subsidi negara kepada rakyat karena bertentangan dengan prinsip emnjauhkan peran pemerintah dan prinsip pasar dan persaingan bebas

n        Penghapusan ideologi “kesejahteraan bersama” dan pemilikan komunal yang masih banyak dianut oleh masyarakat “tradisional”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s